AKARTA - Setiap ada acara di Istana Negara, biasanya, yang jadi pusat perhatian hanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Tapi, saat pembukaan Munas V Gabungan Pengusaha Jamu kemarin, bukan hanya SBY yang jadi perhatian, tapi juga Tukul Arwana, pelawak pembawa acara Empat Mata itu.
Tukul hadir di Istana bukan untuk melawak. Tapi, diajak sebuah perusahaan jamu yang iklannya dibintangi pria asal Perbalan, Semarang, tersebut. Saking ngetopnya pelawak berambut cepak itu, bukan hanya peserta munas yang berebut berfoto bersama. SBY pun mengajak Tukul berfoto.
Pertemuan Tukul dan SBY terjadi saat acara bersalaman. Tukul yang mengenakan batik warna hijau itu ikut antre bersama peserta munas lainnya. Tiba giliran Tukul, wajah SBY langsung sumringah. "Lha ini yang ditunggu-tunggu," katanya sambil bersalaman dan menepuk-nepuk bahu Tukul.
SBY pun langsung memanggil fotografer pribadinya untuk mengambil gambar dirinya bersama Tukul. Pemilik nama asli Tukul Ariyanto itu langsung berpose mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya, gaya mencolok mata yang khas saat membawakan acara Empat Mata. "Oke kembali ke laptop ya…," kata SBY disambut undangan di sekitarnya.
Seusai bersalaman dengan SBY, Tukul mengaku menyesal. Lho? "Ya, soalnya saya tadi tidak berani mengutarakan langsung untuk mengundang beliau (SBY, Red)," kata suami Susiana itu. Sebelum datang ke Istana, Tukul mengaku sudah merancang kata-kata untuk mengundang SBY menjadi tamu di acara Empat Mata. Begitu berada di hadapan SBY, kata-kata yang sudah disusunnya itu seolah hilang. Tukul tampaknya grogi. "Padahal, saya ingin sekali mengundang Pak SBY. Pokoknya, kapan saja Presiden mau datang, saya siap," sambungnya.
Meski demikian, Tukul merasa senang bisa bertemu SBY. "Rasanya puas…puas…," katanya. Pertemuannya dengan SBY itu, lanjut Tukul, merupakan yang ketiga. Sebelumnya, dia pernah diundang ke kediaman SBY di Cikeas, Bogor. Kedua, Tukul ikut rombongan Agum Gumelar ke Istana Negara.
Setelah dibuka di Istana Negara, Munas V Gabungan Pengusaha Jamu dan Obat Tradisional dilangsungkan di Hotel Sahid Jaya, 12-13 April. Munas diikuti 200 peserta wakil DPD Gabungan Pengusaha Jamu dari 16 provinsi di Indonesia. Tema yang diambil adalah Melestarikan Jamu sebagai Warisan Leluhur dengan Meningkatkan Mutu dan Daya Saing dalam Menyongsong Harmonisasi Standardisasi Obat Tradisional ASEAN.
SBY dan Ani Yudhoyono kemarin sempat mencicipi segelas beras kencur dari penjual jamu gendongan. "Ueenak tenan," kata Ani Yudhoyono saat meneguk jamu berwarna cokelat itu.
Menteri Kesehatan Siti Fadillah Soepari dalam sambutannya mengatakan, jamu dan obat tradisional saat ini dikembangkan di banyak negara maju. "Badan Kesehatan Dunia, WHO, menyebutkan bahwa sekitar 65 persen dari penduduk negara-negara maju telah menggunakan pengobatan tradisional, termasuk penggunaan obat-obatan bahan alam," kata Menkes.
Potensi alam Indonesia, kata Siti, sangat potensial untuk mengembangkan obat tradisional dan jamu. "Karena itu, Depkes juga concern mendorong para pengusaha jamu dan obat tradisional," jelasnya.(tom)
jawapos.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





0 komentar
Post a Comment