BAGHDAD - Darah kembali mengucur deras di Iraq. Dalam tiga hari terakhir, hampir 400 orang tewas di Iraq saat militan sektarian berhadapan dengan pasukan Amerika.
Pemboman berantai yang terjadi di sebuah pasar di ibukota dan di sebelah utaranya itu telah merusak perjanjian terakhir Perdana Menteri Nuri al-Maliki untuk menghentikan pertumpahan darah yang mengancam keutuhan negaranya. "Negara sedang menghadapi banyak masalah. Untuk itu diperlukan dewan konsolidasi yang harus didukung oleh semua warga Iraq," kata Maliki selang beberapa jam setelah 130 orang tewas akibat bom yang meledak di sebuah pasar di Baghdad serta Kota Khalis.
Dua orang pembawa bom bunuh diri meledakkan bom di sebuah pasar di ibukota Kamis lalu. Tim medis melaporkan dalam peristiwa tersebut 82 orang tewas, termasuk pria, wanita, dan anak-anak, yang saat itu sedang berbelanja sebagai persiapan untuk Jumat, yang merupakan hari libur bagi muslim.
Pemboman itu terjadi hanya beberapa hari setelah mantan Duta Besar Zalmay Khalilzad membuat pernyataan dalam jumpa pers perpisahannya, yang menyatakan bahwa kekerasan telah turun 25 persen di Iraq dan sekitar Baghdad sejak 80 ribu pasukan Iraq dan Amerika mengumumkan rencana keamanan mereka.(afp/ap/ina)
jawapos.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





0 komentar
Post a Comment